Cari di Blog ini

Translate

Gunakan Ctrl+F untuk mencari kata dalam halaman ini

Kamis, 01 Juli 2010

Gus Dur dan Misteri Ilmu Laduni (2)

Oleh : KH. Nuril Arifin (Gus Nuril Arifin)



Ini adalah tulisan (note) ke-7 Gus Nuril Arifin di facebook yang dibuat tanggal 2 April 2010.

Berikut adalah Note Beliau Gus Dur dan Misteri Ilmu Laduni (2)


Nur ala Nur, Dalam Tapak Tapak Ghaib

Maha suci Allah yang menghiasi hati hamba nya yang khusus dengan cahaya kewalian,dan solawat serta salam bagi sang khoirul anam sumber Laduni yang tiada terperi.Nabi tak pernah belajar dan tak pernah sekolah sehingga dikenal dengan laqoban (julukan) ummi.Namun julukan buta huruf ini tidak membuat beliau canggung bahkan menunjukan kemurnian wahyu Allah.

Maka yang barang siapa dalam solat subuhnya membaca solawat ummi,"Allahuma sholi ala sayidina Muhammadin nabiyi umiyi wa ala alihi wasohbihi wa salim, dia akan mendapatkan syafaat tidak pernah tersentuh oleh panasnya api neraka.

Salah seorang teman seperjalananku dari pertama melihatku di bandara A Yani semarang,sampai menaiki tangga pesawat yang akan terbang ke Jakarta memperhatikan gerak geriku.Saya hanya tersenyum,hal semacam ini biasa saya alami.Bukan bermaksud GR ,karena memang penampilanku sangat berbeda,orang bilang saya seperti pemburu hantu.Bahkan ketika saya ceramah di Pandeglang Banten,santri santri abah Aceng, putra Abuya Dimyati pada keluar minta salim denganku karena menganggap ,saya ini Imam Samodra hahahahahahaha .Padahal TV memberitakan Imam samodra sudah di eksekusi.ah saya melanjutkan perenungan setelah duduk di kursi pesawat.Lumayan batinku satu jam bisa menelesaikan dzikir solawat harianku.

Teman seperjalananku itu ternyata tidak men sia siakan kesempatan ,sebelum saya tenggelam dalam kelembutan dzikir yang mampu mengeluarkan energi luar biasa,sehingga menembus arasy dan laukhul mahfud,sang teman yang berjenggot pendek dan celana komprang ini mengatakan :
Gus Nuril sungguh saya tidak mengerti dengan tulisan ilmu laduni njenengan di face book kemarin.
Weeee laadalah,jawabku dalam hati.

Karena saya memang tidak percaya pada ilmu laduni.tambahnya bersemangat membuka diskusi
Wah gak bisa dzikir nih,baiklah akan saya jelaskan si"Ulama trans Nasional" meminjam istilah Gus Dur menamai ulama ulama muda yang bartu lulus sekolah di qatar,madinah dan mesir.dan akhirnya terbawa faham wahabi. yang biasa bawa kompor ke masjid masjid ini.
Memang banyak orang yang tidak percaya,belum percaya dan sama sekali tdk mungkin mempercayai,terhadap ilmu khusus yang diberikan Allah lewat cahaya kewalian kepada para ahlit thoriqoh dan ahlus sufi ini.

Padahal ilmu laduni lebih kuat dan lebih kuat gambarannya dibanding ilmu ilmu lain yang dipelajari manusia di kelas atau lewat buku.

"Sungguh saya tidak kuasa menggambarkan dan membayangkan bahkan memahami apa itu ilmu Ladun ,yang diperoleh dari pemikiran dan periwayatan tanpa belajar dan berusaha"
saya hanya tertawa,kadang memang oang tidak berfikir bahwa di hidup memiliki jiwa,dan jiwa itu adalah gaib,tanpa meminta seonggok daging yang teraliri darah serta berasal dari nutfah atau air mani yang menempel di diding rahim ibunya itu tiba tiba memiliki telinga,dan sang bayi setelah genap 4 bulan kemudian tanpa menulis surat yang berisi permintaan kepada malaikat Jibril,atau Mikhail, Allah meniupkan ruh Nya .maka hiduplah daging itu dengan jiwa dan Ruh Allah.Apakah Ruh Allah itu tidak ghaib.?? Dan Ruh Allah itu ghaib dan mahluq ghaib seperti setan dan malaikat tidak pernah melihat Ruh nya sendiri.Dan Ruh ini bahkan tidak dipelajari,sehingga tidak butuh pemikiran dan periwayatan.

Memang benar yang dia kemukakan adalah ilmu Fiqih dan tafsir al Qur'an dan ilmu kalam semata,dia tidak menyadari benar bahwa dirinya ditempeli oleh jantung yang gerak jantung itu sama sekali tidak terpengaruh oleh komando otak,tetapi bergerak sendiri.Lalu siapa yang menggerakan. ?

Maka Allah seolah menjawab kebingungan kita semua dengan berfirman; Wayas alunaka anil ruhi,quli Ruhu min amri Robbi,wama utitum minal ilmu ila qolilan (qs Al Issro' ;85) " Wahai muhammad kalau ada orang yang bertanya tentang Ruh,jawablah Itu urusan Robb ku,dan aku hanya diberikan ilmu sangat sedikit.
Tetapi tidak ada ilmu ilmu yang diperoleh kecuali dengan belajar dan mencermati .tambahnya lagi,tidak faham juga.

Saya jawab Benar,lalau bagaimana mengetahui ilmu tafsir ,padahal alqur'an adalah samodra yang sangat luas dan mencakup segala persoalan. Bahkan jika lautan di jadikan tintanya dan daratan serta tetumbnuhan dijadikan pena dan kertasnnya tidak mungkin menuliskan ilmu Allah yang ada dalam alqur'an mushaf atau alqur'an yang tidak tertulis.Inna fi kholqis sama wati wal ardhi......

Sebenarnya tafsir bukan hanya yang ditulis oleh Al Qusyairy,Al Tsa Laby,dan al Mawardi dan mufasir lainnya,ada juga tafsir sufistikyang di tulis oleh Al Imam Al Sullamy,beliau mengumpulkan kata kata hikmah yang ada dalam buku tafsirnya.Tetapi sungguh Rosulullah mengingatkan kita jangan berdebat tentang ilmu tanpa mengenal siapa yang diajak debat,karena hanya akan menghasilkan fitnah,musti kembali kepada alqur'an dan hadis Nabi.Karena bagaimana mungkin orang yang belum pernah minum kopi diajak bercerita tentang tasa kopi Tugu Luwak,Kapal Api atau tora bika bahkan kopi ajgung gilingan yu yenm di desa toroh Purwodadi jawa Tengah ? maka orang yang belum mereguk manisnya hakekat sangatlah tidak mungkin merasakan nikmatnya ma'rifat.Sudah beranjak dari bagian bagian ilmu,tongkatan,pasal pasal hakikat,dhohir bathin.

Seorang terkenal sangat alim suatu saat mendatangi majelis Ta'limnya Imam Malik,dia duduk berhari hari,tetap saja tidak faham dengan ilmu yang dibahas oleh imam Malik.Lalu orang itu setelah menunggu para santri pulang,mendekat kepada Imam Malik.Imam Malik ternyata sudah memahami kesulitan orang ini tanpa bertanya,dia mengatakan : Wahai saudaraku Tariklah nafasmu dengan menyebut Huwa (baca hu) dan lepaskan nafasmu dengan lafadz Allah. Lakukan setiap hari 10.000 kali selama setahun lalu datangkembali kesini.Selama engau melakukan itu gak usah membaca apapun ,kecuali solat.

Maka setahun kemudian Imam Malik salah satu pemimpin madhab ,dari 4 madhab besar yang tinggal di Madinah ,dan senantiasa berjalan kaki,karena hormatnya kepada tanah dimana dimakamkan yang ulul azmi itu,melihat ada ulama yang dulu pernah di minta berdzikir nafas.Sebelum ulama itu bertanya Sang penulis kitab Al Muwathok yang amat terkenal sebagai panduan fiqih paling runtut di dunia itu mengatakan bagaimana hasilnya.

Wahai orang yang mencintai Allah dan rosulnya,sekarang aku tidak usah bertanya lagi dan mengeryitkan jidta karena bingung dan tidak mampu menafsirlan ilmumu.Karena ketika engkau membaca hadist dan ayaat ayat alqur'an,akau langsung mengerti arti dan rahasia rahasia dari ayat tersebut.Bahkan sebelum engkau melafadzkan ayat aku sudah tahu bahwa engkau akan melafadzkan ayat yang artinya demikian demikian.......Pembaca yang budiman tahukah engkau siapa ulama yang demikian luar biasanya itu sehingga mampu mengerti rahasia ayat sebelum dilafadzkan seseorang ? dia adalah Ibnu Abad.Ulama sufi yang sangat zuhud dan luar biasa manaqib hidupnya karna dia selama 40 tahun solat diimami oleh rosul sendiri.padahal rosul sudah meninggal di zamannya.


Fenomena Gus Dur

Hampir 35 tahun saya menjadi sahabat Gus Dur,dan sangat intensif persahabatan kami setelah Gus Dur dilengserkan secara curang oleh lawan lawan Politiknya.Dengan dalih menggunakan dana sumbangan dari temannya di Brunai Darusalam,sebesar Rp 19 Milyar,dia diturunkan jabatannya sebagai Presiden. Dengan semena mena tanpa pembuktian hukum, beliau dilengserkan,padahalsekarang ini kasus bank century yang merampok Rp 6,7 trilyun atau Rp 6.700 milyar dibiarkan saja. Is Okey,saya tidak akan membahas itu dalam tulisan ini ,hanya sekedar menunjukan kedekatan saja.Barangkali juga sebenarnya saudaraku semua pernah mendengar Pasukan Berani Mati,? dengan anggota sebanyak 380.000 personil,? semua itu menunjukan hidmad yang kami tampilkan untuk sang Waliyullah bernama Abdurahman Ad Dakhil Wahid,yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur atau Abdurahman wahid saja.Nama ini 5 tahun sebelum beliau wafat,minta di abadikan sebagai nama salah satu pesantren kami yang ada di Jakarta Timur.

Hampir lima tahun terakhir saya bersama dengan Kang Wahid (Kang Acun) dan Guntur Romli serta Kang Junaidi,dan Sulaiman,mendampingi beliau dalam kongkow Bareng Gus Dur.Kongkow ini di lansir oleh kantor berita 98 H,di jalan utan kayu,dan karena terasa merakyat gaya bertuturnya Gus Dur,maka kemudian ada sekitar 145 radio FM di seluruh Indonesia mengumandangkan dialog dialog segara dengan beliau.

Saudaraku,beliau masih menghafal sastra sastra arab klasik yang dikarang 100 abad lalu.bahkan buku buku kuno yang saya harus memeras otak untuk mengerti dia lalap dengan gampang dan masih mengingat detail halaman dan kutipan kakinya.Radio menjadi bagian yang yang tidak terpisahkan dengan Gus Dur.Semula kami siaran sendiri sendiri.Di Jakarta News FM,Gus dur siaran pagi dan saya siaran sore.Gus Dur tentang budaya,dan Saya tentang tasawuf dan pertanian.plus Politik.Namun setelah dianggap oleh pemerintah terlalu galak dan menusuk perasaan pemerintah akhirnya di breidel.Dan stasiun Jaks News itu di beli oleh Kompas dan diganti dengan radio yang menyiarkan onderdil mobil.hahahahahaha. sejak itu terjadi kevakuman selama hampir 2 tahun,baru kemudian menemukan kantor berita radio,98 H .Dan yang terakhir ini dua bulan menjelasng Gus Dur meninggal juga memutuskan hubungan.Karena dianggap terlalu menusuk dan mengkritisi pemerintah.


Wali Makkah

Abdurahman wahid adalah putra Sulung KH Wahid hasyim,politisi dan pahlawan nasional,yang mengatur merah putihnya negeri ini,KH Wahid Hasyim adalah Putra KH Hasyim Asy Ari,KH Hasyim Asy Ari,putra KH As Ari, KH Hasyim Asy Asy Ari juga menjadi menantu hadratusy syeikh KH Yaqub al Maki. Maka ketika mudannya KH Hasyim Asy Ari pernah tinggal di Makah dan memiliki seorang Putra sayangnya istri dan Putra beliau yang pertama meninggal di Makah.lalu beliau kembali ke tanah air.

KH Wahid Hasyim sebgai putra Ulama besar dan muncul sebagai pengganti orang tuannya di panggung panggung politik.Bahkan penguasa Jepang Laksamana Maeda,ketika akan menyerahkan kekuasaan kepada Indonesia menghubungi KH Wahid Hasyim,kemudian KH wahid Hasyim melaporkan kepada sang Ayahnda KH Hasyim Asy Ari,oleh sang ayahndanya beliau diminta mencari Soekarno dan Hatta. " Hasyim yang mengerti urusan negara itu Soekarno dan Hatta,coba kamu temui dia dan minta laksamana Maeda menyerahkan kekuasaan kepada Soekarno,bukan kepada kita.Kita mengatur agama bukan mengatur pemerintahan ,kita menggarap sesutau yang kita fahami saja."

Mungkin karena melihat Nur kewalian bapaknya yang zuhud,dan sanagat wira'i,Wahid Hasyim muda ingin memiiki anak yang menyamai bapaknya,maka sejak gus Dur dalam kandungan sampai dengan usia Gus Dur 13 tahun,KH Wahid Hasyim berpuasa untuk putranya ini.Sejak kecil sang adhakhil diajak bapaknya kemana mana bahkan ketika menghadiri konferensi Asia Afrika beliau juga mengajak Gus Dur.Dan saat itu lawan politiknya menemukan momentum yang bagus.Mobil KH Wahid hasyim di tabrak dengan mobil truk tentara yang besar,sehingga hancur berantakan,ketika berjalan dari jakarta ke Bandung.Huebatnya gus Dur tidak mati,meskipun mobilnya remuk tanpa bentuk Gus Dur bisa terlontar di rerumputan tanpa di ketahui oleh penabraknya sehingga selama sampai dewasa tidak sempat dibunuh seperti sang bapak.

Sejak itulah Gus Dur melakukan pengembaraan.Ngenger bahasa jawanya,ikut dari satu tokoh ke tokoh lain.Bahkan dalam usia 11 Tahun Gus Dur yang masih di banku SMP pernah di titipkan sang orang tua ke rumah Kiyai paling berpengaruh di kota betawi ini,Tepatnya KH Guru Marzuki,di daerah Cipinang Muara.Jakarta Timur,Gus Dur juga petnah di titipkan di KH Ali Maksum,,Rois Syuriah PBNU zaman baheula.di Krapyak yogyakarta,kemudian juga ngaji di Simbah KH Khudhori magelang,bapak KH Abdurahman Khudhori. Juga pernah ngaji di broederan daerah Kediri untuk mempelajari bahasa Belanda.

KH Mustofa Bisrri dan KH Mahfud Salatiga yang menjadi teman belajar di Mesir,di Irak dan Iran,menemukan sosok Gus Dur yang huebat luar buiasa,Dia tidak pernah menyelesaikan sekolah di luar negerinya,begiitu dosen memberikan pelajaran dan menyampaikan buku buku yang harus dibaca,maka gus dur menyelesaikan program lima tahunnya dengan 2 bulan belajar.Semua orang tidak mengerti dan tidak faham kenapa gus dur,pintar,ternyata setelah di khubur baru ketahuan bahwa gus DUIr ternyata menguasai 9 bahasa,dan memegang 28 buah gelar doktor dari universitas besar di dunia ini.

Gus Dur bukan hanya belajar,Gus Dur juga memiliki genetika dan keturunan orang hebat,selain itu gus Dur yang dawam wudlu dan tidak sdetikpun melafadkan Allahu dan lha ilaha illallah,dan tangannya uwal uwil itu menuliskan fatekhah setiap hati 1111 tulisan khatam fatekhah. Namun toh setiap saat bertemu dengan ku dia selalu berpesan untuk di doakan,setiap kali bertemu dia mengabarkan tentang alam akherat yang dia lalui bersama dengan bapak dan tokoh tokoh terdahulu. Bahwa hari hari terakhir dia bersama bingki wirawan,orang pada terkecoh.dan salah tafsir.

"Gus nejengan pernah mendengar kisah Uwais al Qorni ndak",kata beliau kepadaku dalam suatukesempatan,setelah kongkow di Hutan Kayu. Saya jawab pernah Gus. dos pundi to kataku mencoba mencari takwil.

Lha hiya,siapa yang tidak mengenal kehebatan Sayidina Umar,Sakit makrifatnya,dia saking loyalnya dia kepada nabi,saking beraninya dia membela Islam,sampai masuk barisan doa Rosul,Ya Allah besarkan Islam dengan dengan dua Umar,yaitu ; Amr bin Ash dan Umar Ibn Khottob. Tetapi dalam suatu kesempatan Rosul memeinta kepada sayidina Umar untuk menemui Uwais Al Qorni. Wahai Umar Temuilah Uwais Al Qorni,sampaikan salam saya dan mintalah dia mendoakan dirimu.

Padahal Uwais ini sangatlah sederhana,dan anak seorang janda dan tidak ada yang menganggap sang pemuda ini adalah ilmuwan apalagi ulama kondang. Ini lho Gus ,kalau saya bergaul dengan Bingki dan orang orang yang jauh lebih muda denganku seperti Sirait alias setan penyiar Jaks News,bukan karena karena saya menyerap ilmunya.Tetapi untuk mengaburkan pandangan orang agar saya tidak terlalu terbelenggu dengan ketatnya aturan ilmu yang saya sandang.Masak pemegang gelar doktor kok begitu,masa ulama kok begitu,gitu lho gus.

Orang dulu seperti Mbah hamid Pasuruan juga malah kadang menyaru seperti pengemis dan menggelandang kemana mana sambil merokok di pinggir pinggir pasar,dan orang tidak tahu kalau sang gelandangan itu sesungguhnya wali besar. Karena memang di kediaman beliau ada Mbah Hamid juga.

Lho kok begitu gus ,tanya saya tidak faham.Iya di dunia ini ada Malaikat fil Ardhi,malaikat Allah yang memang ditugaskan turun ke Bumi.Ini biasa di sebut dengan Rijalul Ghoib. Nah Rijalul ghoib itu belajar ngaji ke Mbah Hamid Pasuruan,maka kadang kadang si malaikat ini di minta menyaru sebagai dirinya.Dan mbah Hamid sendiri keluyuran kemana mana dengan pakaina yang se adanya agar tidak dikenali orang.

Untuk apa demikian Gus.? ya untuk mensisakan waktunya untuk Allah.kalau Ulama itu kan setiap hari didatangi tamu,cvoba bayangkan saya sendiri setiap subuh sudah ditungguin tamu ber bus bus dari berbagai daerah.Apalagi mbah Hamid Pasuruan. dengan menyaru sebagai pengemis begitu maka dia bisa berasyik masyuk dengan Allah sang kekasihnya.

Lha kalau demikian jangan jangan yang saya ajak bicara ini bukan Gus Dur yang Gus Dur,kata saya ragu dan penuh tanya. Di jawab oleh Gus Dur dengan tawanya yang lepas sembari nyeletuk,ala Gus Nuril ini gitu aja kok repot..........................

Gus saya akan mencatat kejadian yang demikian ini sebagai iktibar,boleh nggak.
dijawab Gus Dur Boleh boleh saja.
saya muat di face book boleh
boleh saja.,,,
baiklah kalau begitu aakan saya tulis Gus Dur dan Ilmu Laduni 1..........sampai entah boleh ?
boleh boleh,sambil menutup pembnicaraannya dia ngorok ....groookkkk sungguh damai sang adhakhil ini meskipun yubuhnya renta dan di gerogoti penyakit bermacam macam,tetapi semangatnya menebar kasih sangat ajaib.

Selamat jalan sahabatku.........

Selengkapnya....

Gus Dur dan Misteri Ilmu Laduni (1)

Oleh : KH. Nuril Arifin (Gus Nuril Arifin)



Ini adalah tulisan (note) ke-6 Gus Nuril Arifin di facebook yang dibuat tanggal 1 April 2010.

Berikut adalah Note Beliau Gus Dur dan Misteri Ilmu Laduni (1)


Bismillahirochman nirrokhim,Saudaraku yang dirahmati Allah,sengaja saya menulis sesuatu yang diributkan orang sejak zaman sahabat Nabi hingga sekarang.Bahkan sebelum Masehi ilmu ini menjadi buah bibir,dan sangat sulit terdeteksi.Sehingga banyak yang kemudian merasa memiliki apa yang disebut ilmu laduni.bahkan ada yang kebablasan,merasa memiliki sumber Laduni itu,sehingga kemudian merasa pemilik hak paten atas ilmu ajaib ini.

Sesungguhnya tidak menjadi masalah benar bagi saya dan santri santri pesantren di manapun berada,bahwa semua hukum kausal di dunia ini ditentukan juga oleh hukum diman and suplay.Artinya semuannya berjalan karena adanya penawaran dan permintaan.

Sehingga wajar kalau kemudian ada seorang paranormal menjual air laduni,bahkan ada yang mengaku bernama gus anu atau kyai anu yang dengan gamblang memasang iklan di media cetak dan elektronik,bahwa dia dapat menularkan dan menempelkan atau memberi ilmu laduni.
Kendatipun semua orang tahu bahwa Al Ilmun Nurun,dan Al Alim adalah Allah sendiri.Maka seseorang mengaku mampu menjual dan menempelkan ilmu laduni,sesungguhnya orang tersebut sudah memasang medan konkurensi dengan Allah.matanya disilaukan oleh gebyar harta sehingga tanpa dia sadari berperilaku seperti Firaun,atau bahasa sederhanannya mengaku sebagai berhala yang layak untuk disembah orang'.vis a vis menebar sumber kemusyrikan.

Kalau saja imbalannya besar sih tidak menjadi masalah,tetapi kalau hanya serupiah dua rupiah sangatlah sayang menukarkan surga dengan berpihak kepada thogut. Anehnya semua berjalan seolah olah wajar adanya ,karena masih banyak orang yang tidak mengerti sehingga hukum splay dan diman tetap saja berlaku,sehingga siapa yang membodohi siapa tidak jelas lagi.


Hakikat Ilmu Laduni

Saudaraku ketahuilah bahwa ilmu Laduni adalah perjalanannya cahaya ilham. Dia terjadi setelah jiwa mengalami penyempurnaan,sebagaimana di firman oleh Allah Swt,; Dan Demi Jiwa serta Penyempurnaanya, (QS Asyams;7)

Menurut Imam Ghozali,dalam bukunya Jalan Hidup kaum sufi,jiwa yang sudah mendapatkan kesempurnaan dan dicerahkan oleh cahaya Ilham akan kembali dengan tiga hal,atau dia mengalami proses melewati tiga jalan.Jadi Ilmu laduni tidak ujug ujug,melaikan melewati hukum kausal.

Yang pertama adalah; kecenderungan dan belajar yang sungguh sungguh dengan bimbingan hati yang bersih ,menghasilkan semua ilmu yang dia pelajari menjadi gamblang dan dia mengendapkan dalam benak serta menyimpannya dengan jumlah yang banyak.artinya difahami dan di ulang ulang di telaah.

Kedua latihan batin dan benar benar muroqobah(selalu merasa dirinya diawasi oleh Allah),sehingga dalam setiap gerak langkah dia melakukan aplikasi dari ruh Rabbani yang bernama Al Alim.Malam malam dia solat malam,banyak berdzikir dan mengurangkan makan.Karena perut yang penuh membuat udara berkurang.kalau udara dalam perut dan dada berkurang,asupan oksigen berkurang,asupan oksigen yang berkurang membuat jalannya jantung lambat dan metabolisme tubuh lambat,pembakaran lambat,sehingga mudah ngantuk dan malas.

KH Abdul Aziz Bakri Imampuro,seorang Ulama Ahli Hikmat yang sangat alim ,ketika membaiat saya,berpean Gus jangan lupa ya di dawamkan amalan ini,sekurang kurangnya dari 7nhari seminggu, malam rabu,malam kamis dan malam jumat harus solat hajat dan mewiridkan :
  • Alam ta'lam anallaha yaklam mafis samawati wal ardhi,inna dzalika fi kitabi,inna dzalika Allahiyasir dibaca 111
  • Baca juga Ya Fatahu ya rozak ya alim
  • Inna fatahna laka fatkham mubin
  • Allahumma faqih hu fi dieni wa alamahu ta'wile Ya Allah ya Nur Ya haq ya mubin

dan banyak lagi wirid yang harus dilakukan,semata mata bukan untuk mendapatkan ilmu laduni niatnya,melainkan untuk mendekatkan diri kepada Allah kalau sudah dekat,baru bergantung hak priogratif Allah,di berikan fadillah atau tidak.Nabiyu saw bersabda;' barang siapa mengamalkan apa yang diketahuinya,maka Allah mewariskannya ilmu yang belum diketahuinya' Nabi juga bersabda,jika engkau ingin memperoleh kelipatan ilmu yang luar biasa,mengajarkan ilmu kepada santrimu,karena satu huruf yang engkau ajarkan akan dibalas oleh Allah 10.000 ilmu.


Pintu Ghaib

Yang ketiga adalah,Berfikir.Jika jiwa belajar dan melakukan laku spiritual dengan ilmu,kemudian memikirkan apa yang telah diketahuinya dengan memenuhi syarat syarat berfikir,maka dibukakan kepadanya pintu pintu ghaib.

Ini sama halnya dengan perajin berlian yang memenuhi persyaratan keahlian menggosok,dia akan dibukakan pintu kecantikan krat berlian itu setelah di gosoknya,demikian pula pedagang yang memenuhi syarat ilmu dagang ,maka Allah membukakan pintu rejeki dalam bentuk keuntungan.Oleh sebab itu Sayidina Ali mengatakan, engkau masuk ke masjid setelah wudlu dan solatdua rekaan kemudian duduk dengan niat iktikaf,dan merenungi kejadian alam ini,berfikir atas nikmat yang engkau terima sehingga membangkitkan rasa syukur,sehungguhnya iktikafmu yang semenit itu sama dengan ibadahmu 80 tahun.

Seorang pemikir ketika berjalan diatas kebenaran maka dia menjadi seorang alim dan masuk kepada golongan ulul albab.Orang orang inilah yang pantas memperoleh pencerahan atas ayat " Innafi kholkis samawati wal ardhi,wah tilafi laili wan nahar la ayati li ulil albab......." (sesungguhnya didalam pemciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang ,menjadi tanda dan ayat bagi sang ulil albab).

Siapa sesungguhnya ulul albab itu,Allah meneruskan ayatnya," Aladzina yadzkurunallaha qiyaman wa qu'udan wa ala junubihi wayatafakaruna fi kholqis sama wati wal ardhi.Robbana ma kholaqta hadza bathila subkhanaka fakina adzabannar"

Ulul albab adalah golongan atau orang orang yang senantiasa mengingat (berdzikir) Allah,baik dalam keadaan berdiri,duduk dan dalam keadaan berbaring,seraya MEMIKIRKAN kejadian diciptakannya langit dan bumi seraya menemukan jawab bahwa sungguh Allah tidak ada yang sia sia yang Engkau ciptakan.maka aku berlindung dari api neraka-Mu.

Ahli fikir dan dzikir ini oleh Allah dibukakan rahasia rahasia ilmu ghaib,dalam hatinya.sehingga menjadi seorang Alim yang sempurna dan memiliki akal yang senantiasa terilhami.Rosulullah bersabda berfikir sesaat lebih utama daripada beribadah 60 tahun.Namun sesungguhnya kita semua tetaplah akan bergantung dari keridloan Allah,sebagaimana firmannya Yahdilahu linurihi mayasa'.Sesungguhnya Allah menunjukan cahayanya kepada orang yang dikehendaki (QS,An Nur;1).

"Dan barang siapa yang tidak diberi Cahayaoleh Allah tidaklah dia mempunyai cahaya sedikitpun" (QS An Nur ;10).

Namun demikian saudaraku yang dirahmati Allah,sesungguhnya Allah adalah penolong orang orang yang mukmin dan taslim dan senantiasa bersholawat kepadanya.Sholawat ini sungguh senjata orang Islam. "Saiful mukmin asholatu wa do'a".

Pada suatu saat sayidina Abbas Ra,mendatangi Rosulullah,dan berkata : Ya Rosulullah doakan aku agar encer otakku,dan diberikan ilmu laduni agar mudah memahami firman Allah yang mengutusmu.Lalu Rosulullahberdoa; Allahuma Faqih hu fiidien wa alamahu ta'wil.
Sejak didoakan oleh rosulullah maka sayidina Abbas kemudian sangat terkenal alim alqur'annya.Bahkan memahami sir dan asror asrornya Alqur'an (artinya faham rahasia dan dibalik rahasia rahasia alqur'an sehingga tidak ada seorangpun mufasir dari kalangan sahabatpun yang menafsirkan alqur'an tanpa tabayun kepada beliau.Subkhanallah.

Selengkapnya....

Menyapa Bangsa Dengan Taman Hati (3)

Oleh : KH. Nuril Arifin (Gus Nuril Arifin)



Ini adalah tulisan (note) ke-3 Gus Nuril Arifin di facebook yang dibuat tanggal 21 Februari 2010.

Berikut adalah Note Beliau MENYAPA BANGSA DGN TAMANHATI (3)


Laboratorium Religius

Suatu ketika saya kedatangan tamu,yang mengaku sebagai pendeta kristen dari sinode gereja Isa Almasih,dia bernama Dr. Gunarto.Sth.Mhi ,diantar oleh sahabat saya yang kebetulan masih muda dan menjadi Provopst Banser PP Ansor,Gus Falikhin. Mereka dengan rombongannya sekitar 5 orang itu kami ajak ngobrol di ruang tamu depan Masjid Sokotunggal,sembari menikmati arsitektur pesantren yang mirip kuil berbentuk vihara .Pesantren kami memang unik. namanya juga tidak menunjukan ke arab araban,An Nuriyah Sokotunggal.Tetapi lebih dikenal dengan Pondok Pesantren Sokotunggal.

Nama pesantren ini mengambil dua lambang sekaligus,Yang pertama bersumber pada arsitek masjid memang hanya bertiang tunggal,alias Soko tunggal,maka kemudian orang mengenalnya sebagai Masjid Sokotunggal,dan Pondoknya juga disebut orang demikian.Barangkali juga nama itu tercetus begitu saja oleh Kyai Najib Abdullah,kasih nama saja Sokotunggal,karena memang belasan tahun silam saya uzlah di sebuah masjid di daerah Wangon Purbalingga,Masjid tersebut di bangun oleh Hamengkubuono ke IV,dan diberi nama Sokotunggal.

Yang kedua,An Nuriyah, nama ini sebenarnya mengambil nama depan saya Nuril Arifin Husein.Karena kepanjangan tidak di tulis An Nuriliyah pada plang nama (name board) tetapi menjadi An Nuriyah sekaligus menghormat kepada Istri Gus DUR.Maka kalau Gus Dur berpidato dalam acara tahunan di pesantren atau sekedar sambang karena ingin makan tongseng dan minum kopi kental yang tidak di awasi oleh Mbak Nuriyah atau ajudan ,beliau datang ke pondok.Kemudian kepada santri santri beliau mengatakan :
"Ngaji itu yang penting cinta kepada Gurunya,Ilmunya dan baru tempatnya.Tetapi disini kalian hanya boleh mencintai dua diantara tiga,yaitu mencintai guru dan Ilmu yang ketiga tidak boleh.Kalian di pesantren ini gak boleh mencintai Pesantren atau tempat ngajimu,karena dia bukan penganut Poliandri. Para santri bingung kemana arah bicara Gus dur.Mereka baru sadar setelah di jelaskan,bahwa nama depan pesantren An Nuriyah sokotunggal adalah Al bojoku.Yaitu Nuriyah. Lha kalau kalian semua mencintai dia, saya yang repot.dia bojoku ya hanya aku yang boleh mencintai dia.Kecuali berhadapan dan menang melawan panglima saya Gus Nuril,hahahahahaha," dan meledak lah tawa santri berderai bersama tawa Gus Dur sendiri tidak mampu menahan geli melihat wajah wajah bingung santri.

Ternyata kedatangan Pendeta Gunarto dan Kang Falikhin itu,untuk mengantar surat dari Gus Dur. yang berisi,permintaan,agar saya membantu pemerintah daerah menyelesaikan kasus pembongkaran Tempat Pelayanan Iman (TPI) Isa Al Masih,yang di obrak abrik dan diratakan dengan tanah oleh masyarakat Karang Roto.Padahal Bangunan itu baru seminggu selesai di bangun,tetapi menjadi hancur,termasuk keramik lantainya .Masyarakat yang lugu dan santun itu di kompori oleh kelompok radikal yang belakangan ini muncul semakin semarak dan membesar.setelah masalah ini rampung dan dapat diatasi dengan baik tanpa adanya ketegangan,maka saya semkin mengerti persoalan bangsa ini semakin tahun semakin runyam,kerukunan umat terancam,dan ketegangan itu seperti api dalam sekam.

Melihat data pengrusakan gereja dan hedonisme kelompok yang cukup besar ini hati semakin miris saja.Kemiskinan yang menjadi jadi,pengangguran bertambah banyak,GNP masyarakat tak kunjung naik,ditambah perilaku politisi yang memakai masa sebagai bemper kebenaran,juga beberapa kebijakan nasional ,plus pendangkalan pengamalan Pancasila dan UUD 45,membuat semua ini menemukan bentuknya dan semakin lama diyakini akan semakin besar dan bakal dapat menghancurkan kohesifitasness bangsa ini.

Apalagi pada dasarnya Agama Samawi (Agama Langit,atau Agama Wahyu yang bersumber dari Ibrahim,atau Abrahamiah) memupunyai progresifitas penyebaran yang kuat.Agama ini mendasarkan dak'wah atau pekabaran yang memang aktif .


Agama da'wah

Sebenarnya diluar agama Samawi atau Agama Wahyu ada agama yang kelahirannya jauh lebih dulu dengan umat yang cukup besar juga,yaitu Budha,dan Hindu,Juga Tao,atau Kong Hucu.tetapi agama agama ini tidak begitu pregresif sistem penyebarannya di tanah air,kecuali di daerah kelahirannya sana.sehingga sering juga kita saksikan antara Hindu dan penganut Budha berperang dan sebaliknya. Oleh sebab itu penekanan bahasan Pesantren Taman Hati ini,bertumpu kepada Islam adan Kristen & Katolik serta Yahudi.

Karena ketiga agama inilah yang sekarang demikian kuat menampakan bentuk kongkurensi,dan persainagan dalam dakwah.Yang Kristen,secara implisit ditugaskan Agama untuk mencari domba domba yang hilang,yang Islam diperintah untuk mengajak umata agar beranjak dari kegelapan ke terang Allah."Kuntum khoiro umat,Uhrijad lin nas,watakmuruna bil ma'ruf wayanhauna anil mukkar" Engkau adalah umat pilihan ,maka ajaklah manusia aberbuat kebaikan dan mencegah perbuatan buruk.

Apakah ada orang Yahudi atau agama Yahudi di tanah Air ? jawabnya ada hanya tidak berbentuk terang terangan,sebagaimana pertanyaan apakah ada Orang Syi'ah di tanah air ,Jawabnya ada juga cuma tidak terang terangan,dan Wahabiah apa ada ? Jawabnya ada dan sekarang mengambil bentuk nyata bersama Islam trans nasional.Islam inilah yang sekarang membentuk kekuatan baru yang amak memprihatinkan.

Kehancuran Turki Ottoman dibawah kekhalifahan Sultan ahmad stani ternyata tidak membuat Islam Suni dan ahlu sunah waljamaah mati. Iklim surga di tanah jawa membuat Islam berkembang dan ngremboko.Bukan hanaya Islam Kristen dan Katolik juga berkembang pesat di tanah jawa.Konidisi masyarakat jawa yang paripurna,menjadi ladang persemaian agama demikian subur.ajaran ajaran agama dapat diserab dengan mudah oleh kearifan lokal.Akibatnya kelompok wahabi ini tidak senang,dan mulai menunjukanm suatu gerakan masif ke tanah air.

Islam trans nasional yang bermuara dari ikhwanul Muslimin di mesir,bergandengan dengan wahabiah yang berpusat di Arab ,dan Qatar mencoba ikut bermain memperkeruh penyebaran ketiuga agama samawi itu.Apalagi setelah memiliki partai dan kino kino yang cukup masif dalam melakukan demo,sehingga mampu mengihilangkan gambaran arif dan lembutnya Islam.Bahkan kelo9mpok ini mampu mengambil alih,dan merebut penampakan Islam di tanah air.Sehingga mereka ini berperilaku seolah olah umat Islam Indonesia secara keseluruhan,padahal jumlah mereka sanagatlah tidak significan.Artinya sangat kecil,dibanding masa NU yang 65 juta lebih.

" Dan sesungguhnya tidak ada orang yang membenci kepada agama Ibrahim,melainkan orang yang memperbodoh dirinya.Dan sesungguhnya Kami telah memilih dirinya di Dunia dan di Akherat dia termasuk orang orang yang sholih" (QS,Albaqoroh. 2;130 ).

"Dan ingatlah ketika Allah berfirman kepadanya, " Islam" lah kamu,Ibrahim menjawab ; Saya telah Islam kepada Tuhannya alam semesta (QS,Al Baqoroh. 2;131 )

"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ke Islaman itu kepada kepada anak anaknya,demikian pula Ya'qub,Ibrahim berkata ;Hai anak anak ku sesungguhnya Allah telah memilih agama Islam untuk kamu,maka jangan kamu mati melainkan dalam keadaan Muslim".(QS Albaqoroh.2:132).

"Adakah kalaian hadir ketika ya'qub menjelang ajalnya ?yaitu ketika kemudian dia berpesan kepada anak anaknya ;Aapakah yang hendaka kalian sembah ,sepeninggalku ? mereka menjawab ;Kami akan menyembah Tuhan Mu yaitu Tuhan yang Maha esa dan kami berserah diri (Taslim/Muslim) kepada Nya" (QS Albaqoroh ;2;133).

Maka sesungguhnya agama di dunia ini adalah Islam sejak zaman Nabi Adam dan nabi nabi sesudahnya,baik yang ada di dalam alqur'an maupun yang di injil dan Yahudi.maupun yang tidak tercatat di kitab kitab.karena sesungguhnya Allah menebarkan nabinya sebanyak 319.000 nabi.mereka ini seperti kunang kunang di kegelapan malam menjadi penunjuk jalan,juru selamat dan penyampai firman tuhannya.ada yang sukses dan luar biasa besar umatnya ada yang kecil bahkan terhukum,ada ayang besar kerajaannya ada yang kerajaannya hilang bahkan anak istrinyapun lari meninggalkannya,karena penyakit kudis yang tak kunjung sembuh.Ada yang menjadi Ulul azmi,ada yang menajadi Imamul ambiya' wal Mursalin,aada yang tidak terkenal dimana tempatnya,tetapi sesungguhnya dia adalah guru para nabi.Bahkan Musa yang memiliki 14 mu'zizatpun berguru kepadaya,yakni Khidlir,Alaihi salam.

Allah memilihkan agama ini dengan cermat,secara bertyahap semakin baik,genap dan menjadi sempurna.Dari hukum yang sama Taurat,lewat"the ten Comandement",di genapi oleh Isa Al Masih dan menjadi sempurna setelah sampai di tangan Rosul Muhammad Saw.maka mari kita lihat tamanhati Allah itu kemudian mendunia menjadi Tamansari agama agama manusia dengan warna warninya,ada yang sesemerbak padma,ada yang wanginya seperti wijaya Kusuma,ada seperti Melati,bahkan seharum Mawar,dan seindah sedap malam.Ada yanag sepuitih wakura tetapi ada yang merah saga seperti teratai.

"Katakanlah kami beriman kepada Allah dan yang diturunkan kepada kami,dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, ishaq, ya'qub dan anak cucunya dana apa yang diberikan kepada Nabi Nabi dari Tuhannya.Kami tidak membeda bedakan seorangpun dianatara mereka dan kami hanya berserah diri kepada Nya" (QS Albaqoroh 2;136) dan tiadalah Ibrahim itu orang YAHUDI dan tidak pula orang NASRANI tetapi dia seorang yang lurus lagi Muslim,dan dia tidak termasuk orang orang Musyrik/menye kutukan Allah (QS Ali Imron 3;67) ,hani fam muslima wama ana minal Musyrikin.

Bahwa setiap agama adalah harus diyaqini penganutnya yang paling benar,itu wajib.Sangat aneh kalau orang kristen mengatakan Islam itu benar,kristen juga benar,demikian pula orang Islam mengatakan Kristen benar dan Islam Benar.dan orang Yahudi mengatakan Yahudi benar dan islam juga benar.karena kemudian tidak ada garis Iman.Bahwa Nasi itu halal adalah iya.Tetapi Nasi kebuli orang arab bagi orang arab pasti lebih nikmat .Demikian pula roti cane bagi orang India poasti lebih nikmat dari pada nasi kebuli.Dan Nasi goreng bagi bangsa Indonesia akan lebih nikmat jika ditambah gorengan babat atau empal,dibanding nasi kebuli yang berbau rempah rempah.Namun nasi steik lebih hebat di mulut bangsa eropa,dibandingkan nasi goreng yang juga digemari bangsa Belanda.

Penulis ingin mengatakan bahwa semua agama itu benar,tetapi bagi pemeluknya yang paling benar adalah agamanya.Penulis ber agama Islam,maka penulis akan mengatakan Agama di mata saya yang paling benar adalah Islam. Penulis tidak akan makan babi,karena perintah agama,tetapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta kebersamaan beragama,tentu penulis tidak akan memaksa orang lain untuk tidak makan babi kan ?

Allah sendirilah yang menun jukan Cahayanya kepada yang dikehendakinya. Maka Musa meskipun di didik oleh Farau,atau Ramses II atau fir'aun, dia tidak kafir,dia tetap beriman kepada Allah,atau Yahwe.Namun anak Nabi Nuh meskipun di didik dengan penuh kasih sayang di bimbing setiap saat,toh Kan'an tidak dapat diselamatkan oleh Nuh.dan demikian halnya Istri Luth, (looth) sepupu Ibrahim ,ini tidak selamat dari amukan api yang ditimpakan kepada kaum sodom dan Gomora.Yahdillahu linurihi mayasa'

Imam Ibnu Taimiyah seorang Ulama yang lahir pada masa aperang salib, menegaskan Bahwa pengajaran semua nabi adalah sama dan satu yaitu Islam.meskipun syariatnya berbeda beda itru karena oleh Alolah disesuaikan dengan zamannya masing masing.Oleh karena itu asal usul agama adalah ISLAM yaitu berserah diri kepada Tuhanatau mengikuti agama Allah (Tauhid) sebagaimana firman Allah dalam Asy syura (QS 42;13);

"Allah telah mensyari'atkan (memerintahkan) Agama sebagaimana yang telah diwasiatkannya kepada Nuh,dan Yang kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan kami wasiatkan kepada Ibrahim,Musa dan Isa yaitu Tegak kanlah agama Allah dan jangan kamu berbepecah belah padanya,(karenannya),berat bagi orang orang musyrik terhadap agama yang kamu serukan kepada mereka.Allah memilih agama itu kepada siapa yang dia kehendaki ,dan memberi petunjuk kepada Agamanya itu,orang yang kembali kepada Nya.

Dasar inilah yang membuat penulis bersama sama rekan rekan seperti Pastur Jimmy,dan temen temen ber semangat untuk mengaplikasikana ide gus dur yang belum terjawab.yakni ingin membangun Isme Alternatif,dengan fondasi Labortaorium Multi agama,atau pesantren Taman Hati di daerah Ci kampek,bagaimana itu..........baca pada Taman hati ke 4 dan akan kami akhiri tulisan ini ke seri 5 .Insya Allah kalau Allah masih memperpanjang umurku.

Selengkapnya....

Menyapa Bangsa Dengan Taman Hati (2)

Oleh : KH. Nuril Arifin (Gus Nuril Arifin)



Ini adalah tulisan (note) ke-2 Gus Nuril Arifin di facebook yang dibuat tanggal 19 Februari 2010.

Berikut adalah Note Beliau MENYAPA BANGSA DGN TAMANHATI (2)

PENGULANGAN SEJARAH

Cahaya :

Allah Adalah Cahaya Langit dan Bumi,Perumpamaan cahaya Nya seperti misykat,di dalam misykat itu ada pelita.Pelita itu didalam kaca,kaca itu laksana bintang kemilau,dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkati,Zaitun.Yang tumbuhnya tidak dihalangi oleh sesuatu baik dari barat maupun timur.minyak itu hampir hampir menyala meskipun tidak tersentuh api.Cahaya di atas Cahaya.Allah menuntun siapa saja yang dikehendaki kepada Cahaya Nya.Sesungguhnya Allah mengetahui segala segala sesuatu. (QS An Nur ,24;35)

Allah menebarkan khabar samawi (kabar langit) ini kepada semua umat manusia,juga kepada pewaris agama samawi,melalui bapaknya orang beriman,Ibrahim.Dari Ibrahim(Abraham,dialeg Bible) kepada Ismail dan Ishaq.Dan dari Ishaq kepada Ya'qub,serta dari ya'qub diwariskan kepada Yusuf.,dengan bahasa tulis dan lisan yang berbeda beda namun esensinya sama,maka khabar langit itu menebar ke seluruh penjuru sejak Adam sampai dengan rosul terakhir.

Dia adalah Pelita yang menyala dan bercahaya dan kamu hanya mau menikimati seketika saja cahayanya.( Bible Yahya5;35).

Aku adalah Cahaya yang datang di dunia ini supaya yang barang siapa yang kenal akan Daku janaganlah tinggal di dalam gelap (Yahya 12;46)

Hai manusia telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhan mu dan telah kami turunkan Cahaya yang terang benderang. (An Nisa 4;174)

Saya tidak bermaksud menyamaratakan semua agama,juga tidak bermaksud bahwa agama itu seragam,sehingga semua boleh berpindah pindah agama,semau nya sendiri.atau boleh merangkap semua agama sekaligus,bahkan beribadat hari ini dengan cara agama anu dan besoknya dengan agama anu,bukan.Tetapi penulis hanya ingin menunjukankepada pembaca, bahwa ; ada beberapa hal yang nampaknya perlu di telusuri,dan itu berasal dan dikehendaki oleh Allah,bukankah innalloha ala kuli syai'in qodir?.dan innalooha fa'alu limayurid ?,maka sebagai penguat dari artikel Menyapa bangsa dengan Taman Hati seri 2 ini, akan kami tampilkan sebagai pendahuluan ayat ayat yang memiliki arti dan nuansa sejenis,dari berbagai agama di dunia,sekali lagi tdk bermaksud mencampur adukan. penulis menyampaikan hal ini karena menyadari telah menyentuh hal hal yang sensitiv,tetapi kapan lagi kita menyuburkan kecambah pluritas di tanah surga ini,kapan lagi kita menyiangi kertukunan yang dicontohkan para pendahulu dan tokoh tokoh agama selevel internasional kalau tidak sekarang. Bagaimanapun saya sadar bahwa sebagai orang Islam saya tidak dapat memuaskan hati orang diluar Islam,bahkan orang Islam itu sendiri,karena memang Lakum dinukum waliyadin.


Dalam baghhawad ghita,juga menyebutkan,beri santaplah yang ber Cahaya,atau Brahmana sang Pencipta,agar engkau mendapatrkan karunia dan keselamatan yang setinggi tingginya, Agama Hindu ini ada 3000 th sebelum Isa di lahirkan. Demikian pula Budha, agama yang sudah dan berkembang pesat hingga kini memiliki 1 milyar penganut,dan ada 3500 th SM,menyebutkan Sang hyang adi budha sebagai sumber dari segala sumber Memancarkan Cahaya sinarnya.
Pangestu,(paguyuban ngesti tunggal) aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha esa,berkembang di jawa dan tanah Pasundan menyiratkan dalam Tiga purusa (Sukma Kawekas,sukma sejati dan roh suci) menyebutkan Roh Suci merupakan percikan Nur Allah,atau Cahaya Tuhan. Semen tara itu hujatrul Islam,Al Imam Ghozali ra,dalam bukunya Hidayatul Islam (penutup ilmu Islam)yang di sadur oleh Kangmas Sabdono Surohadi kusumo,menerangkan tentang tiga dzat tersebut masing masing sebagai,Dzat1,disebut Nurul Illahi,atau Cahaya Tuhan,Dzat 2 disebut sebagai Nurul Muhammad atau cahaya terpuji,dikiaskan sebagai Utusan Tuhan atau Rosul Allah,dan dzat ke 3 dinamakan Nuurul Insan,artinya manusia (sukma)
Maka cahaya ,terang atau Lurus, kemudian menjadi gambaran menjadi perilaku utama dan menjadi petunjuk sekaligus pencerahan bagi hati yang gelap,cahaya dan gelap kemudian sering diamsalkan dengan kebenaran dan kesalahan,sehingga Nabi sendiri berdoa: Ahrijna min dulumatil ila Nur,ya Allah masukan aku dari kegelapan menuju terang.

Rosul juga bersabda Mankana yu'minu billah wqabil yaumil akhir,fal yukrim jarohu (tidak dianggap beriman kepada Allah dan hari Akhir yang tidak mencintai saudaranya),senafas dengan ini juga disebut dalam Matius,Engkau mengaku hidup di dalam terang tetapi engkau tidak mencintai saudaramu,maka sesungguhnya engkau tinggal di dalam gelap sampai sekarang. dan Nabi Kong Hu Cu juga menyabdakan serupa; Di delapan penjuru angin ini,sesungguhnya kita adalah saudara.

Kita memang saudara dalam arti kiasan,agama maupun dalam arti sebenarnya.Kita satu keturunan dari spesies yang sama, manusia yang diunggulkan Allah yaitu Adam Alaihi salam,(Adam sang juru selamat)
Dan hal ini ditegaskan oleh Allah; "Ya Ayyuhan nas,inna kholaqnakum min dzakari wal unsa waja'alnakum su'uban waqoba'ila li ta'arofu, inna akromakum indallah atqokum " (Wahai manusia sesungguhnya di jadikannya manusia dari jenis laki laki dan perempuan,agar menjadi bersuku suku,berbangsa bangsa dan saling bergaul saling mengasihi,didepan Allah manusia adalah sama derajadnya,yang membedakan adalah tingkat kesalehannya.)


Fanatisme :

Dari ayat ini jelas menunjukan bahwa Allah memandang semua manusia memiliki derajad yang sama .Baik dari berbagai etnis suku,dan bangsa masing masing diberikan Nabi dan utusan pembawa berita langit.Maka persaudaraan dan tingkat ketaqwaan disini mengisyaratkan kita kepada aplikasi agama,bukan doktrim beku yang sempit.Aplikasi taqwa adalah aplikasi kesalehan,sehingga sebenarnya kita musti menunjukan kesalehan sosial. Khoirunas anfauhum linas,sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.Migunani tumpraping liyan.kalau engkau mengaku tinggal didalam terang tetapi engkau tidak menyintai saudaramu maka sesungguhnya engkau tinggal di dalam gelap sampai sekarang.(Matius)
Sebagai kholifah dan wakil Allah di bumi,kecenderungan ruh Rabani manusia kemudian berkembang tidak mandiri.Tetapi ada interdepensi .baik dengan Alam,sesama manusia,sesama mahluk hidup bahkan ada keterpengaruhan sifat sifat malaikat dan sifat Iblis itu sendiri.Maka ketika bergesernya ruang dan waktu bergeser pula tingkat pemahaman kedaerahan,geografi.ayat ayat Allah pun mengalami pergeseran dalam tafsir, dan ditafsirkan sesuai dengan kondisi dan geografinya.Sehingga semakin lama semakin renggang kohensifitasness nya.Ditambah dengan sifat kepingin unggul,terpuji,maka mulailah jarak itu menampakan wajahnya dengan jelas,ditambah fanatis kedaerahan,fanatis doktrin dan fanatis yang dilahirkan untuk mempertahankan diri.Fanatis untuk membesarkan diri,sehingga belakangan agama menjadi semakin tidak nampak keramahan wajah terangnya,kehusukan wajah teduh yang menentramkan hati terhadap manusia,tetapi menjadi gambar fanatis sempit.
Dengan demikian maka dapat di ramalkan pada akhirnya akan memunculkan tindakan hedonisme yang di khalalkan oleh agama.

Ada kekuatan lucifer,ada kekuatan Iblis yang nyata.Ada kekuatan nafsu rendah yang jelas di awang awang,dan siap menerkam keutuhan manusia,Apa yang sudah dipersatukan oleh tuhan jangan dipisahkan oleh manusia,diartikan dalam kilasan sejarah sempit,untuk mempertahankan perkawinan saja,padahal tidak demikian sebagai kholaifa fil ardhi,kita diamanati dan ditugaskan untuk menebarkan salam.Menjadi talang Tuhan dalam menggarami dunia,menjadi jurus Selamat,menjadi telaga kautsar yang menyejukan dan penghilang dahaga bagi yang haus.
Suatu saat Nabi Muhammad,melihat seorang perempuan pengemis Yahudi,di pinggir pasar,setiap hari memaki maki Nabi dan menfitnah nabi,Muhammad itu pembohong,jangan dekat dekat dengannya engkau akan ditipu olehy agama barunya,padahal dia tidak tahu siapa Muhammad itu.Karena peremu[puan itu buta.Dan Rosulullah setiap habis solat duhur dan maghrib mendatangi peremupuan itu diperlakukan di suapi sang pengemis tua itu dengan penuh kasih sayang,hingga Allah memanggilnya.

Setelah Rosul wafat,maka tugas menyuapi itu diambil alih oleh sayidina Abu bakar.Namun sang pengemis buta itu melihat perubahan cara menyuapinya,sehingga Abubakar di` hardik,siapa kamu,? dijawab oleh sayidina Abu Bakar: saya yang menyuapi mu seperti biasanya.Pengemis itu menjawab tidak,kamu tidak selembut dia,makanan ini tidak pernah aku kunyah karena memang tidak punya gigi lagi,tetapi dia melembutkannya terlebih dahulu sebelum disuapkan kepadaku.Maka Abubakar mengatakan sembari menitik air mata duka,aku sahabatnya,dia Rosul dan nabi yang mulia Muhammad utusan Allah itu baru saja meninggal.

Mendengar jawaban ini maka sang pengemis menjerit,karena bertahun tahun dia diperlakukan dengan baik,tetapi bertahun tahun dibalasnya dengan fitnah dan maki maki, Namun demikian Rosul tidak marah sama sekali,padahal beda agama,beda suku bangsa dan beda status.

Kalau saja perilaku semacam ini dihidupkan lagi,orang jawa menyiapkan kendi kendi dipinggir pinggir jalan dengan isi air tawar yang sudah dimasak,sehingga siapapun pejalan kaki yang lewat dapat minum dengan gratis dan nikmat,tidak seperti sekarang ini air putih mahalnya melebihi bensin dan susu itu sendiri.seandainya perilaku Isa yang menyebuhkan orang Kusta dan menyembuhkan orang buta,dan orang lumpuh di aplikasikan dalam sehari hari,padahal kita tahu yang disebuhkan Isa bukan bangsanya, bukan golongan tidak seagama,tetapi memiliki iman yang sama kepada Allah saja.

Tetapi budaya jawa,budaya kesalehan agama budaya kesalehan sosial itu kini terancam dan nampaknya pemuka agama dan penganutnya belum siap untuk membela dan mempertahankan apa yang disebut dengan Ruh.Agama.sehingga jangankan hidup rukun dengan temen yang berbeda agama,yang seagamapun saling cakar cakaran.Setiap saat dilakukan dialog antar agama,tetapi yang terjadi adalah kemunafikan kedua belah fihak.Karena dihadapan kolega ngomong anu didepan umat dan jemaatnya ganti ngomong itu.


Rawan :

Kondisi demikian ini terbaca dengan gamblang oleh musuh musuh tuhan,baik yang berupa setan benbentuk iblis dan jin atau yang berujud manusia,mereka sekarang mulai mencengkeram negeri ini.Negeri yang semua agama dapat di semaikan kecambah kedamaian ini mulai tumbuh wereng dan virus yang mematikan.

Virus yang akan menghancurkan kesalehan sosial,virus yang akan menjebak bait Allah ini menjadi pemburu daging busuk,sebagaimana diucapokan Daud atau David,dunia ini adalah sampah,daging busuk,ketika engkau memalingkan wajahmu kepada dunia,maka engkau akan menjadi serigala yang berebut daging busuk.Engkau tidak akan menemui Allah,karena yang suci hanya dapat ditemui oleh yang menyuscikan hatinya dan tidak terjebak oleh darah dan daging.Maka makamkan dfirimu dalam kuburan kekosongan.


Untukmu Gus Dur dan Om Frans Seda
juga DR Hary Chan Silalahi dan Kang Bondan


Selengkapnya....

Kyai Mutamakkin dan Perubahan Strategi NU

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)



Tahun lalu, penulis diminta menyampaikan makalah dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Ciputat Jakarta. Seminar itu diselenggarakan untuk memperkenalkan buku karangan Zainul Milal Bizawie tentang Kyai Ahmad Muamakkin. Dalam kesempatan itu, penulis hanya berbicara tentang hal-hal yang mendasar, tanpa mempersiapkan sebuah makalah tertulis. Karena harus berbicara mengenai Kyai Ahmad Mutamakkin dari Kajen, Pati (Jawa Tengah), maka yang dipentingkannya adalah perbedaan dasar beliau dengan para ulama lain dari massa itu. Sebagaimana diketahui, kyai yang hidup dan berkiprah dalam paruh kedua abad ke-18 Masehi, mengalami dua buah macam penguasa. Mereka adalah Amangkurat IV dari Kartasura dan Pakubuwono II di Surakarta Hadiningrat.

Beliau terlibat dalam perdebatan seru ketika diadili oleh Katib Anom, semacam menteri agamanya, Amangkurat IV. Pemeriksaan pandangan-pandangan beliau oleh Katib Anom, yang notabene cucu Sunan Kudus, direkam dalam sebuah tembang Kraton yang berjudul Serat Cebolek. Nama sebuah desa yang terletak di sebuah selatan desa Kajen di atas. Serat yang menggunakan bahasa sastra Jawa yang tinggi ini, akhirnya dijadikan pokok disertasi doctoral oleh Subardi, pada salah sebuah Universitas terkemuka di Australia. Disertasi itu ditulis dalam bahasa Inggris dan sudah sewajarnya ia diterjemahkan ke dalam bahasa nasional kita. Tetapi pokok permasalahan yang penulis bahas tidak ada dalam disertasi tersebut.


Di samping disertasi itu, ada juga sebuah kidung yang sering dibacakan dalam peringatan kematian (haul) beliau di Kajen. Selama seminggu “orang memperingati” kematian beliau tersebut. Puncaknya adalah pembacaan tembang/kidung tersebut di atas, dengan lebih dari 100 ribu orang hadirin. Namun, strategi yang diuraikan penulis di Ciputat itu, juga tidak muncul dalam “keramaian” di atas. Orang lebih tertarik kepada cerita-cerita tentang “keanehan” Kyai Mutamakkin, dari pada melakukan pembicaraan tentang peranan Kyai tersebut, sebagai seorang alim yang berpengetahuan agama sangat dalam. Dengan kata lain, orang lebih melihat ketokohan beliau, dan bukannya apa yang menjadi peranan beliau dalam kehidupan beragama Islam di kalangan kaum muslim tradisional di pantai utara Jawa Tengah (dan sedikit kawasan Jawa Timur).


Yang penulis maksudkan dengan strategi yang beliau bawakan itu adalah merumuskan arah perkembangan dalam hubungan antara para ulama dan penguasa di Jawa waktu itu. Bupati Rifai dari Batang (kawasan sebelah barat Jawa Tengah) juga menggunakan Serat Cebolek dari Kraton Surakarta itu, sebagai “pendukung utama” atas kekuasaannya. Ini “dilawan” oleh para ulama setempat sekitar satu abad setelah “pemeriksaan” atas diri Kyai Mutamakkin oleh Katib Anom. Hal itu menunjukkan bahwa ada sebuah perkembangan sangat menarik dalam kehidupan kaum Muslim, yang juga ditentukan oleh sikap para ulama setempat, seperti terjadi sekarang ini. Karenanya, dalam makalahnya itu penulis mencoba melihat persoalannya dari sudut strategi perjuangan Islam di negeri ini.


Hal dasar itu adalah hubungan antara para ulama sebagai “pimpinan umat” di satu pihak, dan para penguasa di pihak lain. Di masa hidup Kyai Mutamakkin, para ahli fiqh (hukum Islam) cenderung untuk ‘membela” para penguasa, bahkan dikala melakukan kesalahan-kesalahan yang besar. Populer sekali ungkapan bahwa para raja tradisional Jawa melakukan hubungan seksual dengan istri mereka, dan kemudian tidak melakukan mandi Junub, para bawahan merekalah yang melakukan hal itu. Sikap ini mungkin dilakukan karena adanya ‘ketentuan’ yang disebutkan Al-Qur’an, agar kaum muslimin selalu taat kepada Allah, utusannya dan para penguasa (Uli Al-Amri). Sikap “tutup mata” atas pelanggaran-pelanggaran fiqh oleh para penguasa ini, terjadi dalam skala yang besar dan meliputi masa yang panjang. Sebaliknya, para pemimpin tarekat, para mursyid dan badal-badal mereka, menentang penguasa yang ada, dan menyebut nama mereka secara terbuka di muka umum. Karena itu, kita kenal dari masa itu cerita-cerita tentang ulama yang dibakar hidup-hidup atau di kupas kulit mereka sebagai “hukuman dari para penguasa”. Penentangan langsung para pemimpin tarekat itu yang kemudian dirubah oleh Kyai Ahmad Mutamakkin. Ia tidak pernah menyerang penguasa manapun dengan menyebut nama terang-terangan. Ia mengemukakan sebuah “strategi penentangan alternatif” yaitu dengan menyebutkan bahwa penguasa yang baik selalu melaksanakan hal-hal yang baik pula. Dengan melakukan pendekatan positif seperti itu, ia justru ditentang oleh para ahli fiqh pada waktu itu. Mereka mempersoalkan hal yang menurut mereka merupakan pelanggaran fiqh yang dilakukan Kyai Ahmad Mutamakkin.


Mereka mempersoalkan ijin yang diberikan Kyai kita itu kepada orang yang melukiskan gambar ular dan gajah secara penuh di dinding masjidnya., yang waktu itu dianggap haram. Demikian pula, ia bersedia menonton wayang kulit dengan lakon “Bima Suci” atau “Dewa Ruci”, yang mengakibatkan ia dituduh mengikuti faham mereka dengan menonton lakon itu. Tentu saja hal itu adalah sesuatu yang menggelikan hati kita dewasa ini, karena memang masalahnya adalah sesuatu yang bersifat akhlaq/moral, dan sangat sedikit menyangkut hukum fiqh. Itulah yang menjadi tema perdebatan antara Kyai Mutamakkin dan Katib Anom yang dianggap mewakili para ahli fiqh.


Hampir-hampir tidak ada pihak yang mempersolakan strategi dasar yang diletakkannya bagi kepentingan umat dalam hubungan mereka dengan para penguasa. Pertanyaan pokoknya sekarang adalah: masih relevankah strategi dasar yang diletakkan kyai kita itu? Atau lebih jelas lagi, haruskah Nahdlatul Ulama (NU) meneruskan strategi dasar Kyai Ahmad Mutamakkin tersebut ataukah harus diganti dengan strategi dasar yang baru?


Dapatkah kita menempuh strategi “demokratisasi bertahap” seperti yang dilakukan oleh para pemimpin NU sekarang? Atau NU justru harus mempelopori proses demokratisasi yang lengkap dari sekarang? Karena itu memang adalah “tuntutan agama”, jawaban atas pertanyaan di atas menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kita semua sebagai bangsa. Ini menjadi penting, setidak-tidaknya dalam sikap NU menghadapi rangkaian pemilu tahun 2004; dan dalam hubungan antara NU dengan proses demokratisasi yang sedang berlangsung.


Mengapakah harus NU yang dihadapkan kepada pertanyaan di atas? Karena memang NU dengan para warganya justru dihadapkan kepada tantangan klasik: setelah “lumpuhnya” gerakan-gerakan lain di negeri kita. Untuk memberikan respon yang positif saat ini, ternyata hanya tinggal para warga NU yang tersebar di berbagai gerakan yang diharapkan dapat menjawab tantangan keadaan yang dihadapi bangsa kita. Karenanya, jawaban pihak NU sangat dinanti-nanti pada saat ini karena merupakan “langkah kunci” bagi upaya merespon sikap menyepelekan dan merendahkan demokrasi. Proses yang mudah dikatakan, namun sulit dilakukan, bukan?


Kamis, 07 Oktober 2004 00:00

Sumber : pratikno.ananto@gmail.com

Selengkapnya....